Adipatria’s Weblog

Menanti Lagi Keberanian Menteri Kesehatan

March 18, 2008 · 2 Comments

Masalah pembiayaan kesehatan di negara ini semakin terlihat carut marut, belum lagi program Jaminan Kesehatan Masyarakat ( JAMKESMAS) yang sejak bulan Maret 08 ini mulai diberlakukan dan efektif berjalan, program ini sudah menuai protes dari berbagai kalangan, antara lain pihak DPR RI khususnya komisi IX dan Tim Kerja Kesehatan DPD RI ( Kompas, 18/03/08 ).
Keep reading →

→ 2 CommentsCategories: Health

Pentingnya Sistim Imun yang Kuat dan Stabil

February 13, 2008 · 2 Comments

“Banyak yang tidak tahu bahwa obat sebenarnya hanya bertindak membunuh gejala penyakit (rasa sakit) tetapi bukan akar penyakit. Ia akan menyebabkan penyakit masih ada di dalam tubuh secara rahasia karena gejala penyakit telah hilang dan kita mulai menyangka kita sudah sembuh, tetapi kita semakin parah.”  Dr Chen Jau Fei (Saintis dan Imunologist) Keep reading →

→ 2 CommentsCategories: Health

Seminar Pembiayaan Kesehatan

February 8, 2008 · No Comments

BIDANG PARTISIPASI PEMBANGUNAN KESEHATAN NASIONAL Bakornas LKMI PB HMI akan mengadakan Seminar Nasional bertajuk “Paradigma Sistem Pembiayaan Kesehatan Nasional” Insya Allah akan diadakan pada :
Hari / Tanggal    : Selasa, 12 februari 2008
Tempat             : Jakarta Media Centre
                          Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat
Waktu               : 09.00 - 14.00 WIB 

JADWAL ACARA

08.00 – 08.30 WIB    Registrasi Peserta

08.30 – 09.00 WIB    Pembukaan

Laporan Ketua Pelaksana

Sambutan Ketua Umum Bakornas LKMI PB HMI

Sambutan Ketua Umum PB HMI sekaligus membuka secara resmi

09.00 – 12.00 WIB    Seminar Kebijakan Kesehatan

       Paradigma Sistem Pembiayaan Kesehatan

1. Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K), Menteri Kesehatan RI

Pembiayaan Kesehatan Nasional Sebagai Tanggung Jawab Pemerintah Pada Warga Negara.

2. Prof. dr. Hasbullah Thabrani, MPH, Ph.D, Akademisi

Kesehatan Sebagai Investasi Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

3.  dr. Sulastomo, MPH , Mantan Ketua Tim SJSN

                                         SJSN , Suatu Solusi Alternatif Pembiayaan Kesehatan

     Moderator : Sam’ani Kurniawan

12.00 – 13.00 WIB    Penutupan/ Ishoma

13.00 – 14.00 WIB    Press Conference Bakornas LKMI PB HMI

                               Fajar R. Zulkarnaen (Ketua Umum PB HMI)

       Galih Endradita ( Ketua Umum Bakornas LKMI PB HMI)

→ No CommentsCategories: Student Movement

FAKTOR RESIKO KANKER

January 18, 2008 · No Comments

Sekumpulan faktor genetik dan lingkungan meningkatkan resiko terjadinya kanker.

Salah satu yang penting adalah riwayat keluarga.
Beberapa keluarga memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Misalnya resiko wanita untuk menderita kanker payudara meningkat 1,5-3 kali jika ibunya atau saudara perempuannya menderita kanker payudara. Beberapa kanker payudara berhubungan dengan suatu mutasi genetik yang khas, yang lebih sering ditemukan pada beberapa kelompok etnik dan keluarga.
Wanita dengan mutasi gen ini memiliki peluang sebesar 80-90% untuk menderita kanker payudara dan 40-50% untuk menderita kanker indung telur.
Para peneliti telah menemukan bahwa 1% dari wanita Yahudi Ashkenazi memiliki mutasi gen ini.

Kanker lainnya yang cenderung diturunkan dalam keluarga adalah kanker kulit dan kanker usus besar.  Kelainan kromosom meningkatkan resiko terjadinya kanker.
Misalnya seseorang dengan sindroma Down, yang memiliki 3 buah kromosom 21, memiliki resiko 12-20 kali lebih tinggi untuk menderita leukemia akut.

Sejumlah faktor lingkungan meningkatkan resiko terjadinya kanker.
Salah satunya yang paling penting adalah merokok sigaret. Merokok sigaret meningkatkan resiko terjadinya kanker paru-paru, mulut, laring (pita suara) dan kandung kemih.

Pemaparan yang berlebihan dari sinar ultraviolet, terutama dari sinar matahari, menyebabkan kanker kulit.  Radiasi ionisasi (yang merupakan karsinogenik) digunakan dalam sinar X, dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom dan bisa menjangkau jarak yang sangat jauh.  Misalnya orang yang selamat dari bom atom yang dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki pada Perang Dunia II, memiliki resiko tinggi terhadap terjadinya leukemia.

Pemaparan oleh uranium pada pekerja tambang telah dihubungkan dengan terjadinya kanker paru-paru 10-20 tahun kemudian, resiko semakin tinggi jika para penambang juga merokok.  Pemaparan jangka panjang terhadap radiasi ionisasi mempengaruhi seseorang untuk menderita kanker sel darah, termasuk leukemia akut.

Makanan adalah faktor resiko penting lainnya untuk kanker, terutama kanker pada saluran pencernaan. Diet tinggi serat mengurangi kemungkinan terjadinya kanker usus besar.
Diet yang banyak mengandung makanan yang diasap dan diasamkan (dalam bentuk acar) meningkatkan resiko terjadinya kanker lambung. Mengurangi lemak sampai kurang dari 30% dari kalori total, akan mengurangi resiko terjadinya kanker usus besar, payudara dan protat.  Peminum alkohol memiliki resiko yang lebih tinggi terhadap terjadinya kanker kerongkongan.

Banyak bahan kimia yang diketahui menyebabkan kanker dan bahan kimia lainnya banyak yang dicurigai sebagai penyebab kanker. Pemaparan terhadap bahan kimia tertentu dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker setelah beberapa tahun kemudian.
Misalnya pemaparan asbes bisa menyebabkan kanker paru-paru dan mesotelioma (kanker pleura).  Resiko ini akan lebih besar jika pekerja asbes juga adalah seorang perokok sigaret.

Resiko terjadinya kanker juga bervariasi berdasarkan tempat tinggal seseorang.
Resiko terjadinya kanker usus besar dan payudara di Jepang adalah rendah, tetapi resiko ini meningkat pada orang-orang Jepang yang tinggal di Amerika dan pada akhirnya akan memiliki resiko yang sama besarnya dengan penduduk Amerika lainnya. Orang Jepang memiliki angka kejadian kanker lambung yang sangat tinggi; tetapi pada orang Jepang yang lahir di Amerika angka ini lebih rendah.  Variasi geografik dalam resiko kanker ini agaknya melibatkan banyak faktor, yaitu gabungan dari genetik, makanan dan lingkungan.

Beberapa virus menyebabkan kanker pada manusia dan virus lainnya dicurigai sebagai penyebab kanker.  Virus papilloma yang menyebabkan kutil genitalis agaknya merupakan salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.
Virus sitomegalo menyebabkan sarkoma Kaposi.
Virus hepatitis B bisa menyebabkan kanker hati, meskipun karsinogen ataupun promotornya tidak diketahui.
Di Afrika, virus Epstein-Barr menyebabkan limfoma Burkitt, sedangkan di Cina virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan. Jelas terlihat, bahwa beberapa faktor tambahan (lingkungan atau genetik), diperlukan untuk terjadinya kanker yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr.
Beberapa virus retro manusia, misalnya virus HIV, menyebabkan limfoma dan kanker darah lainnya.

Infeksi oleh parasit Schistosoma (Bilharzia) bisa menyebabkan kanker kandung kemih karena terjadinya iritasi menahun pada kandung kemih. Tetapi penyebab iritasi menahun lainnya tidak menyebabkan kanker.
Infeksi oleh Clonorchis, yang terutama banyak ditemukan di Timur Jauh, bisa menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu.

Meningkatnya resiko kanker mungkin merupakan gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen dan melemahnya sistem kekebalan tubuh.

→ No CommentsCategories: Health

Presiden: Tidak Tepat Bicarakan Masalah Hukum

January 13, 2008 · 1 Comment

Cikeas, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan penyelesaian kasus hukum mantan Presiden Soeharto. Rakyat justru diminta mendoakan yang terbaik bagi Soeharto.

Presiden, yang didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, menyatakan pendapatnya itu seusai rapat terbatas di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/1).

“Pemerintah berpendapat, penyelesaian kasus perdata Pak Harto pada hari-hari sekarang ini tidak tepat dan bukan prioritas. Saya katakan, tidak ada sesungguhnya keinginan pemerintah untuk memaksakan sesuatu yang tidak tepat dalam keadaan seperti ini,” ujarnya.

Presiden juga membantah komentar yang seolah-olah menyatakan inisiatif menyelesaikan kasus perdata Soeharto berasal dari pemerintah. Padahal, Jaksa Agung Hendarman Supandji Sabtu dini hari mendatangi Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), tempat Soeharto dirawat, dan menawarkan penyelesaian hukum perdata di luar pengadilan kepada keluarganya, atas petunjuk Presiden, supaya berakhir secara win-win.

Namun, menurut Presiden, kemarin, penugasan Hendarman itu justru merespons berbagai keinginan, harapan, dan saran dari berbagai kalangan. Keinginan itu juga disampaikan kepada Presiden saat masih berada di Malaysia.

Menurut Presiden, penyelesaian kasus perdata diupayakan setelah masa kritis Soeharto terlewati. Karena masih dalam masa kritis, Presiden mengajak semua pihak tak masuk dalam persoalan hukum Soeharto. “Pada saat yang tepat, itu semua dapat dibicarakan untuk mendapatkan penyelesaian terbaik, tetap dalam koridor hukum dan keadilan,” ujarnya.

Presiden juga mengajak rakyat mendoakan yang terbaik yang terjadi bagi mantan Presiden Soeharto. Presiden juga meminta digunakan kata-kata yang arif saat berkomentar soal Soeharto karena dia adalah mantan pemimpin yang memiliki capaian dan karya dalam bidang pembangunan nasional.

“Meski sebagai manusia dan layaknya pemimpin yang lain Pak Harto memiliki kekurangan dan kesalahan, itu tak menghalang- halangi kita untuk memberikan ucapan terima kasih dan penghargaan atas jasa dan capaian Beliau kepada negara dan bangsa,” ujarnya.

Rapat yang digelar setelah Presiden kembali dari Malaysia itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS, Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Kepala Polri Jenderal (Pol) Sutanto, Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso, dan Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. Wapres bergabung dua jam sebelum Presiden membuat pernyataan.

Bukan dibius

Presiden dan rombongan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, dari kunjungan yang dipersingkat di Malaysia itu, Sabtu pukul 10.20. Presiden langsung meminta laporan dari Tim Dokter Kepresidenan yang dipimpin Dr Mardjo Soebiandono.

“Presiden menanyakan kepada Ketua Tim Dokter Kepresidenan tentang kondisi kesehatan Pak Harto. Ketua tim yang menjelaskan kondisi Pak Harto membaik. Presiden tidak menyarankan apa-apa, tetapi hanya mendengarkan dan meminta terus dipantau secara ketat,” ujar anggota Tim Dokter Kepresidenan, Christian A Johannes.

Christian juga menegaskan, Soeharto hanya diberi obat tidur, bukan dibius. Gangguan sarafnya belum dinilai tim kedokteran mengingat kondisi Soeharto masih ditidurkan.

Mardjo Soebiandono, saat jumpa pers di RSPP, Sabtu, menjelaskan, keadaan Soeharto membaik dan kesadarannya mulai menunjukkan respons. “Fungsi otaknya membaik yang ditandai adanya respons, seperti ada gerakan dan mengangguk menjawab pertanyaan tim dokter,” ujarnya.

Setelah mengalami kegagalan multiorgan tubuh, kondisi Soeharto mulai membaik meski masih dibantu mesin pernapasan (ventilator). Masih ada penimbunan cairan dalam paru-paru dan terjadi perdarahan lambung ringan.

Oleh karena kondisinya belum stabil, tim dokter secara intensif memperbaiki keadaan kesehatan Soeharto, memberi transfusi darah, menggunakan alat continuous venovenous hemodialysis untuk cuci darah, memberikan obat-obatan untuk mengatasi infeksi paru-paru, dan mengatur keseimbangan cairan di tubuh mantan presiden itu.

Mardjo mengatakan, “Kami memasang alat untuk sementara dan berharap Beliau bisa bebas dari obat dan peralatan medis, seperti ventilator, dalam beberapa hari ke depan. Kami akan mengawasi ketat dari hari ke hari.”

Pada Jumat kondisi kesehatan Soeharto sempat berada di titik kritis. Bahkan, sempat beredar rumor Soeharto meninggal sehingga sejumlah tokoh mendatangi RSPP. Kedatangan pejabat dan mantan pejabat itu terus berlanjut hingga Sabtu malam.

Probosutedjo, adik tiri Soeharto, mengatakan, keluarga menyerahkan sepenuhnya soal pemulihan kesehatan Soeharto kepada tim dokter. Namun, masyarakat diminta mendukung pula dengan doa. Pemanjatan doa juga dilakukan sejumlah warga di RSPP serta kediaman keluarga Soeharto di Solo (Jawa Tengah) dan Bantul (DI Yogyakarta).

Walaupun demikian, aparat di Jateng dan Kabupaten Karanganyar meningkatkan pengamanan di lokasi yang terkait keluarga Soeharto, termasuk di Astana Giribangun. Kompleks pemakaman di Karanganyar itu selama ini disebut-sebut disiapkan untuk tempat terakhir Soeharto. Pengamanan juga dilakukan di kediaman Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta Pusat.

Berita Harian Kompas 13 Januari 2007

→ 1 CommentCategories: Law

Solskjaer Dapat Gelar Bangsawan

January 13, 2008 · No Comments

Mantan striker Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer akan mendapat gelar bangsawan Norwegia atas jasanya sebagai model idelal anak-anak negeri itu. Solskjaer berperan besar saat MU meraih gelar treble pada 1999.

10 rumor Liga Premier:


1. Paul Robinson ingin meninggalkan Tottenham Hotspur  setelah hanya duduk di bangku cadangan dalam pertandingan semifinal Piala Liga menghadapi Arsenal, Rabu lalu. Ia kemudian akan dihargai 5 juta pound. (Independent)

2. Posisi Robinson kemungkinan digantikan oleh penjaga gawang West Ham, Robert Green yang akan dihargai  6 juta pound. (the SUn)

3. Spurs juga akan berusaha mendatangkan Stewart Downing yang telah lama diincar dari Middlesbrough dengan tawaran senilai 10 juta pound serta pemain tengah Teemu Tainio. (Daily Star)

4. Derby County berharap akan menandatangani kontrak dengan penjaga gawang Manchester United, Roy Carroll pekan depan. (The Mirror)

5. Mantan striker Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer akan mendapat gelar bangsawan Norwegia atas jasanya sebagai model ideal anak-anak negeri itu.

6. Manajer Bolton, Gary Megson ingin pemasukan 15 juta pound dari penjualan striker Nicolas Anelka ke Chelsea digunakan untuk belanja pemain baru. (The Express)

7. Penjaga gawang Arsenal kelahiran Spanyol, Manuel Almunia akan meminta manajer timnas Inggris, Fabio Capello agar diijinkan membela The Three Lions. (Various)

8. Bayern Muenchen mengakui, pelatih baru mereka, Juergen Klinsmann pernah mendapat tawaran menggantikan Rafa Benitez sebagai manajer Liverpool. (Various)

9. Kepindahan Afonso Alves ke Middlesbrough menimbulkan perdebatan tentang siapa pemilik pemain asal Brasil tersebut. (The Independent)

10. Striker Lyon, Alfred menjadi target beberapa klub Liga Premier, Januari ini. Tottenham telah mengajukan penawaran terbaik sebesar 11 juta pound. (Various)

Dikutip dari www.kompas.com

→ No CommentsCategories: Sport

BAGAIMANA KANKER TERJADI?

January 13, 2008 · No Comments

Kanker adalah sel yang telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya, sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak teratur. Kanker bisa terjadi dari berbagai jaringan dalam berbagai organ.

Sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangbiakannya, sel-sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas yang menyusup ke jaringan di dekatnya dan bisa menyebar (metastasis) ke seluruh tubuh.Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahap inisiasi dan promosi. Pada tahap inisiasi terjadi suatu perubahan dalam bahan genetik sel yang memancing sel menjadi ganas. Perubahan dalam bahan genetik sel ini disebabkan oleh suatu agen yang disebut karsinogen, yang bisa berupa bahan kimia, virus, radiasi (penyinaran) atau sinar matahari.

Tetapi tidak semua sel memiliki kepekaan yang sama terhadap suatu karsinogen. Kelainan genetik dalam sel atau bahan lainnya yang disebut promotor, menyebabkan sel lebih rentan terhadap suatu karsinogen. Bahkan gangguan fisik menahunpun bisa membuat sel menjadi lebih peka untuk mengalami suatu keganasan.Pada tahap promosi, suatu sel yang telah mengalami inisiasi akan berubah menjadi ganas.  Sel yang belum melewati tahap inisiasi tidak akan terpengaruh oleh promosi. Karena itu diperlukan beberapa faktor untuk terjadinya keganasan (gabungan dari sel yang peka dan suatu karsinogen).

Dalam suatu proses dimana sebuah sel normal menjadi sebuah sel ganas, pada akhirnya DNA dari sel tersebut akan mengalami perubahan. Perubahan dalam bahan genetik sel sering sulit ditemukan, tetapi terjadinya kanker kadang dapat diketahui dari adanya suatu perubahan dalam ukuran atau bentuk dari satu kromosom tertentu. Misalnya suatu kromosom abnormal yang disebut kromosom Philadelphia ditemukan pada sekitar 80% penderita leukemia mielositik kronik. Perubahan genetik juga telah ditemukan dalam tumor otak dan kanker usus besar, payudara, paru-paru dan tulang. Mungkin diperlukan serangkaian perubahan kromosom untuk terjadinya kanker.

Penelitian pada poliposis familial usus besar (kelainan usus herediter berupa pertumbuhan polip yang berubah menjadi ganas), telah membawa kita kepada suatu dugaan bagaimana hal ini terjadi pada kanker usus besar. Lapisan usus besar yang normal mulai tumbuh secara aktif (hiperproliferasi), karena sel-selnya tidak lagi memiliki gen penekan pada kromosom 5 yang dalam keadaan normal mengendalikan pertumbuhan lapisan tersebut.

Selanjutnya perubahan yang ringan dalam DNA mempermudah terbentuknya adenoma (tumor jinak).  Gen lainnya (onkogen RAS) menyebabkan adenoma tumbuh lebih aktif. Hilangnya gen penekan pada kromosom 18 selanjutnya akan merangsang adenoma dan pada akhirnya hilangnya gen pada kromosom 17 akan merubah adenoma yang jinak menjadi kanker. Perubahan tambahan lainnya bisa menyebabkan kanker menyebar luas ke seluruh tubuh (metastase).Pada saat sebuah sel menjadi ganas, sistem kekebalan sering dapat merusaknya sebelum sel ganas tersebut berlipatganda dan menjadi suatu kanker. Kanker cenderung terjadi jika sistem kekebalan tidak berfungsi secara normal, seperti yang terjadi pada penderita AIDS, orang-orang yang menggunakan obat penekan kekebalan, dan pada penyakit autoimun tertentu. Tetapi sistem kekebalan tidak selalu efektif, kanker dapat menembus perlindungan ini meskipun sistem kekebalan berfungsi secara normal.

→ No CommentsCategories: Health

DOKTER SERING PRAKTEK PRIMITIF

January 10, 2008 · 9 Comments

Kata – kata diatas merupakan judul yang muncul di sebuah harian nasional yang cukup provokatif menurut saya, masa dokter begitu? Setelah saya baca ternyata itu lagi itu lagi masalahnya, pemberian obat tidak rasional. Pada waktu kuliah Farmakologi dulu kami diajarkan sebuah konsep tentang pemberian obat secara rasional (POSR)

Pemberian obat kepada pasien lebih banyak berdasarkan pada intuisi, pengalaman, dan pengetahuan masa lalu. Penggunaan bukti ilmiah terbaru seharusnya menjadi dasar utama pemberian resep atau obat kepada pasien. Demikian dikatakan oleh Prof dr Iwan Dwiprahasto, MmedSc, PhD dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar FK UGM.

Beliau menyoroti pemberian antibiotik dalam praktik sehari hari, menurutnya sekitar 90% pasien dengan keluhan batuk pilek mendapatkan antibiotik, padahal 87% pasien batuk pilek tidak membutuhkan obat ini. “Bukti ini tidak menyurutkan dokter untuk tetap menggunakan obat antibiotik.

Selain itu beliau juga menyoroti pembeian vitamin, dalam peresepan vitamin seolah menjadi bagian wajib yang harus ditulis di resep. “ Hingga saat ini tidak satupun bukti ilmiah yang mendukung teori bahwa pemberian suplemen vitamin mampu mencegah terjadinya penyakit”.

Menurut saya inilah contoh bahwa seringkali teori tidak dapat diterapkan dalam kehidupan nyata,  medicine is an art. Dengan latar belakang Prof Iwan sebagai dosen dan ilmuwan Farmakologi, beliau pasti memegang teguh konsep pemberian obat secara rasional (POSR), pemberian antibiotik kepada pasien ISPA jelas tidak rasional, tetapi dalam prakteknya banyak sekali dokter yang sudah terpola dalam memberikan terapi seperti itu. Begitu pula dengan pemberian vitamin, saya rasa sah – sah saja vitamin diberikan mengingat pola dan gaya hidup masyarakat yang masih jauh dari ideal, justru dalam hal ini dibutuhkan tambahan supplement vitamin, toh tidak ada ruginya.

 Seorang dokter pastilah mengetahui dengan baik konsep pemberian obat secara rasional (POSR),  tetapi kenyataanya dalam praktek konsep tersebut sulit untuk dijalankan, terlebih bagi dokter spesialis, kita lihat begitu banyak pemberian obat yang tidak rasional menurut konsep farmakologi.  Pertimbangan pemberian obat oleh dokter pasti tidak hanya aspek teoritis saja, tetapi meliputi semua aspek baik itu aspek medis maupun non medis, terkadang dalam praktek sehari hari dugaan saya mungkin aspek non medis justru lebih banyak mendominasi. Jika aspek non medis yang lebih dominan mungkin ini yang cocok disebut dokter yang praktek primitif. Wallahua’lam  

→ 9 CommentsCategories: Medics

HAPPY NEW YEAR!

January 9, 2008 · No Comments

Selamat Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1429 H, semoga ridho Allah SWT dan semangat hijrah menuju kesempurnaan senantiasa meliputi kita semua. Amin..

→ No CommentsCategories: Tidak terkategori

PEMBAWA KANKER?

December 5, 2007 · 8 Comments

Hampir setiap orang menyukai makanan gorengan, seperti kentang, pisang, ubi, tempe dan tahu goreng. Makanan jajanan ini makin sedap rasanya jika dikonsumsi saat masih dalam keadaan panas. Menemukannya pun amat gampang, mulai dari pinggir jalan hingga mal. Itu sebabnya kita kerap membawanya ke rumah, sebagai makanan ringan di sore hari, sambil minum kopi atau teh manis. Namun, kebiasaan menyantap makanan gorengan untuk sementara waktu harus kita kurangi atau paling tidak perlu diwaspadai.
Sebab, kebiasaan ini mengandung risiko buruk bagi kesehatan.
Eden Tareke dkk., peneliti dari jurusan kimia lingkungan Universitas Stockholm, Swedia, memaparkan hasil penelitiannya bertajuk Analysis of Acrylamide, a Carsinogen Formed
in Heated Foodstuffs yang dimuat di majalah ilmiah Agricultural and Food Chemistry edisi Juli 2002. Masyarakat dunia pun gempar dibuatnya.
Hasil penelitian yang didanai Dewan Riset Swedia untuk Lingkungan dan Ilmu Pertanian ini menunjukkan

Pembawa Kanker ?

Makanan yang digoreng atau populer disebut gorengan, ternyata bukan hanya meningkatkan kadar kolesterol darah serta menyebabkan terjadinya peningkatan risiko terkena stroke dan penyakit jantung koroner. Makanan gorengan juga menghasilkan zat pemicu kanker (karsinogenik) dengan nama akrilamida.

Editted by. Dimyati Yusuf*

bahwa makanan yang kaya karbohidrat, seperti kentang yang mengalami penggorengan, dapat merangsang pembentukan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) bernama akrilamida.
Hampir 100 jenis makanan gorengan yang lazim disantap manusia di jagad raya ini, antara lain roti-rotian, biskuit, ikan, hingga daging, dinyatakan positif mengandung akrilamida. Makanan gorengan yang menjadi andalan restoran cepat saji (fast food) seperti keripik kentang (potato chip) dan kentang goreng (french fries) disebut-sebut sebagai yang paling buruk karena kandungan akrilamidanya lebih banyak.
Lalu, patutkah kita menjadi panik dengan informasi yang membuat heboh ini, sehingga memantang segala jenis makanan gorengan, khususnya keripik kentang dan kentang goreng?

Mengenal Akrilamida

Akrilamida termasuk salah satu senyawa kimia berbahaya yang kini diduga memiliki potensi kuat sebagai mesin pemicu kanker. Penelitian terhadap tikus percobaan menunjukkan bahwa senyawa yang satu ini menimbulkan tumor, merusak DNA alias materi genetika, merusak saraf, mengganggu tingkat kesuburan, dan mengakibatkan keguguran.
Secara umum sifat akrilamida (2-propenamide) adalah tidak berwarna dan tidak berbau dengan berat molekul 71. Senyawa ini berupa kristal putih, meleleh pada suhu 84,5 derajat Celcius, dan mendidih pada suhu 125 derajat.
Senyawa yang larut dalam air, aseton dan etanolini, pada proses pembakaran menghasilkan zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan, seperti amonia, karbonomoksida, dan nitrogen oksida (Friedman, 2003).
Kini yang menjadi pertanyaan, berapa dosis minimum akrilamida yang bisa ditoleransi tubuh manusia? Hingga sekarang belum ada jawaban yang memuaskan untuk itu. Namun, masyarakat Uni Eropa dan organisasi kesehatan PBB (WHO) menetapkan standar maksimum akrilamida pada air minum 0,5 mikrogram per liter. Pada kadar itu, saluran pencernaan
mampu menyerap dan mengeluarkannya dari tubuh melalui urin dalam beberapa jam kemudian.
Dosis tinggi akrilamida pernah dilakukan uji toksisitas. Hasil yang diperoleh adalah dosis antara 800-2.700 mikrogram per hari bagi orang dewasa merupakan yang terendah, tapi di sisi lain sudah mampu meningkatkan mutasi gen pada tikus percobaan.

Proses Penggorengan

Penelitian yang dilakukan Eden Tareke dkk. menemukan bahwa bahan pangan yang tidak mengalami proses penggorengan atau pemanggangan ternyata hanya mengandung senyawa akrilamida dalam jumlah yang amat sedikit, sehingga tak menimbulkan keraguan untuk menyantapnya. Demikian juga penelitian tidak menemukan adanya akrilamida pada produk pagan mentah dan makanan rebusan atau kukus.
Sementara itu, kentang goreng mengandung senyawa akrilamida yang amat tinggi, yakni 2.500 mikrogram pada suhu penggorengan 220 derajat Celcius. Dengan kanduangan sebesar ini kita patut waspada.
Jika setiap hari menyantap akrilamida yang berasal dari kentang goreng, lama kelamaan dalam tubuh kita akan terjadi penimbunan senyawa yang menimbulkan kanker. Dan pada suatu saat dapat memicu munculnya penyakit yang bisa mematikan manusia itu.
Barangkali, kini ada pertanyaan yang mengganjal dalam benak kita, mengapa makanan rebus atau kukus tidak mengandung senyawa akrilamida, tapi dalam makanan gorengan jumlahnya banyak? Hingga sekarang untuk soal yang sulit ini belum ada jawaban yang memuaskan.
Namun, peneliti dari Swedia itu menjelaskan bahwa hadirnya senyawa akrilamida pada makanan gorengan di picu oleh proses penggorengan itu sendiri. Penggorengan dengan suhu yang relatif tinggi, sekitar 190 derajat Celcius (seperti lazimnya suhu penggorengan dalam minyak), dapat menyebabkan senyawa karbohidrat pada kentang terurai atau terlepas. Menurut penelitian itu, sebagian karbohidrat yang terlepas kemudian ditangkap atau bereaksi dengan asam amino, senyawa penyusun protein, hingga terbentuklah akrilamida.
Mekanisme ini secara umum biasa terjadi pada proses memasak. Sebab, asam amino dan gula dapat bereaksi lewat apa yang dikenal
dalam bahasa kimia pangan sebagai reaksi Maillard.

Imbangi dengan buah dan sayur

Ada ungkapan lama menyebutkan lebih baik mencegah daripada mengobati. Jika sudah tahu bahwa suatu jenis makanan dapat menyebabkan penyakit kanker, lebih baik tak usah dikonsumsi secara berlebihan.
Bukti menunjukkan bahwa penyakit kanker muncul karena pola makan yang salah. Sekitar 40 persen lebih resiko kanker disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tak benar, termasuk sembarangan mengonsumsi makanan gorengan.
Satu hal yang patut disadari, sehat itu akan tiba-tiba menjadi begitu mahal ketika kita sudah jatuh sakit. Jika Anda terpaksa harus menyantap kentang goreng di restoran cepat saji misalnya karena enggan menolak ajakan baik teman lama, makanlah secukupnya dengan menghilangkan rasa khawatir bahwa besok sudah terserang kanker.
Namun, jalan keluar yang paling baik adalah dengan membuat sendiri makanan gorengan di rumah,
sehingga kita bisa melakukan beberapa tindakan pencegahan guna mengurangi terbentuknya senyawa karsinogenik. Misalnya, kita bisa menggunakan suhu penggorengan yang lebih rendah dengan api kecil. Sebab, tinggi rendahnya suhu berpengaruh terhadap jumlah senyawa akrilamida pada hasil gorengan. Kebiasaan buruk lain, yakni menggunakan minyak lebih dari tiga kali untuk menggoreng makanan, harus ditinggalkan.
Pada proses penggorengan, bahan makanan akan menyerap sebagian minyak goreng pada suhu sekitar 180-200 derajat Celcius. Kualitas makanan gorengan yang dihasilkan pun, sedikit banyak dipengaruhi kualitas minyak yang digunakan. Selama proses penggorengan, terjadi pengeluaran air dari bahan pangan yang menyebabkan proses hidrolisis pada minyak goreng, sehingga terbentuk senyawa radikal bebas yang karsinogenik. Cirinya,
minyak goreng warnanya cokelat kehitaman dan berbau tengik.
Makanan gorengan yang sudah dituduh mengandung senyawa akrilamida pencetus kanker, hanyalah salah satu jenis dari beragam makanan yang harus kita waspadai. Persoalannya, di tengah zaman yang makin maju ini, kita kerap tak bisa menghindar dari jenis makanan yang berlimpah zat kimia, seperti pemanis dan pewarna sintesis.
Lalu, apa jalan keluarnya? Jurus gizi yang tepat adalah meningkatkan frekuensi mengonsumsi buah dan sayur segar sampai lima kali dalam satu hari. Berbagai vitamin antioksidan yang bersemayam dalam makanan nabati ini amat bermanfaat bagi tubuh. Selain Itu pencegahan dengan mengkonsumsi Herbal seperti Kunir Putih dan Daun Dewa yang sarat dengan antioksidan juga bermanfaat memperkecil risiko terkena kanker.

Sumber: Senior, Food Safety Reference, Sept 2007

→ 8 CommentsCategories: Health